Sabtu, 31 Juli 2021

Strategi Pembelajaran

 

Nama: Nikita

Nim: 11901067

Kelas: PAI 4C

Makul: Magang 1

 

Strategi Pembelajaran


v Pengertian Strategi Secara Umum dan Khusus

Istilah Strategi mula-mula dipakai di kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi) peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan dan navigasi ke dalam polisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh kemenangan. Penetapan strategi tersebut harus didahului oleh analisis kekuatan musuh yang meliputi jumlah personal, kekuatan senjata, kondisi lapangan, posisi musuh, dan sebagainya. Dalam perwujudannya, strategi tersebut akan dikembangkan dan dijabarkan lebih lanjut menjadi tindakan-tindakan nyata dalam medan pertempuran (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 11).

Istilah strategi dewasa ini banyak dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam dunia pendidikan. Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 12).

Dalam pemilihan strategi haruslah dipilih strategi yang tepat, pengajaran yang diberikan kepada anak didik tidak bersifat paksaan bahkan perilaku pemimpin kadang tidak perlu dilakukan. Sebagai gantinya, para pendidik harus bersikap ngemong atau among. Para guru seharusnya tidak mengajarkan pengetahuan mengenai dunia secara dogmatik. Sebaliknya mereka hanya berada dibelakang anak didik sambil memberi dorongan untuk manju, secara khusus mengarahkan ke jalan yang benar, dan mengawasi kalau-kalau anak didik menghadapi bahaya atau rintangan. Anak didik harus memiliki kebebasan untuk maju menurut karakter masing-masing dan untuk mengasah hati nuraninya. Dengan demikian tugas pendidik adalah memikirkan dan memilih strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik anak didiknya.

Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan akan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, maka guru dituntut untuk memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen pembelajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antara komponen pembelajaran yang dimaksud.

v Pengertian Strategi Pembelajaran

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan.

Dalam kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk mencapai suatu tujuan (Pius A Partaaanto dan M. Dahlan Al Barry, 2001: 727). Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan (Syaiful Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5). Dihubungkan dengan proses pembelajaran, strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkaan.

(Muhibbin Syah, 2003: 214) Istilah startegi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang tidak sama. Dalam kontek pembelajaran, Nana Sudjana juga mengatakan bahwa strategi mengajar adalah “taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar (pembelajaran) agar dapat mempengaruhi siswa (peserta didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran (TIK) secara efektif dan efesien. (Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi, 133).

Hilda Taba menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih oleh guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan dan fasilitas bagi siswa menuju tercapainya tujuan pembelajaran (Supriadi Saputro, 2000: 21). Sedangkan menurut Slameto strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sasaran yang ada untuk mreningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam kontek ini adalah pembelajaran (Slameto, 1991: 90). Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode, teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.

v Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran

Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah sebagai berikut:

-          Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku, tujuan selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.

-          Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.

-          Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran (2) Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial (5) Merancang Pengayaan.

v Macam-Macam Strategi

Secara umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:

-          Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.

-          Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus

-          Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.

v Aplikasi Strategi Dalam Pembelajaran

Pada dasarnya tahap-tahap kegiatan mengajar itu mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Sebetulnya strategi bclajar mengajar meliputi seluruh kegiatan/tahapan-tahapan tersebut, tetapi titik beratnya berada (terutama) di tahap persiapan.

a.    Persiapan pengajaran

1)   Perumusan tujuan pengajaran Rumusan tujuan pengajaran merupakan pernyataan tentang apa yang diharapkan untuk diketahui, dilakukan dan dihayati oleh siswa seteiah menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Kemampuan yang diperoleh sebagai hasil mengikuti pengalaman belajar, pada hakikatnya perubahan tingkah laku yang dapat diukur atau sekurang-kurangnya ada sesuatu yang dapat dijadikan indikator terjadinya perubahan. Dengan demikian, menurut Muhaimin dkk “merumuskan bahawa tujuan yang akan dicapai adalah merupakan aspek terpenting yang harus diperhatikan dalam mengajar” (Muhaimin, 1996: 78).

2)   Pengembangan alat evaluasi Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, disusun alat evaluasi yang sesuai dengan perubahan tingkah iaku. Pada tahap ini dirancang alat evaluasi yang akan digunakan seperti tes lisan, tertulis, perbuatan dan Iain-lain.

3)   Kemampuan yang ingin dicapai sebagai tujuan pengajaran, diurai (dianalisis) atas unsur-unsur tingkah laku yang membentuk kemampuan tersebut. Unsur-unsur yang telah diidentifikasi tersebut diseleksi sehingga unsur-unsur yang belum dikuasai sejalah yang dipilih sebagai bahan pelajaran. Pada tahap ini juga diidentifikasi karakteristik individual siswa seperti: kecerdasan/bakat, kebiasaan belajar, motivasi belajar, kemampuan awal dan kebutuhan belajar siswa, terutarna yang menyangkut kesulitan belajarnya.

4)   Penyusunan strategi belajar mengajar Strategi belajar mengajar pada hakikatnya adalah rencana kegiatan belajar mengajar yang dipilih oleh guru dalam rangka usaha pencapaian tujuan pengajaran yang telah disiapkan. Kriteria efektivitas dan keterlibatan siswa.

b.    Pelaksanaan belajar mcngajar

Tahap ini merupakan pelaksanaan strategi belajar mengajar yang telah dipersiapkan pada tahap sebelumnya:

1)   Pengelolaan kelas: klasikal, kelompok, tim atau yang lainnya. Terrnasuk pengaturan tempat duduk.

2)   Penyelenggaraan tes untuk memperoleh balikan mengenai penguasaan siswa tentang bahan pelajaran terdahulu yang ada hubungannya dengan pelajaran baru.

3)   Penyajian bahan pelajaran sesuai dengan metode dan teknik penyajian yang dikemukakan dalam strategi pembelajaran.

4)   Pemberian motivasi dan penguatan.

5)   Monitoring proses belajar mengajar.

c.    Evaluasi hasil dan program belajar

Tahap kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh balikan tentang hal-hal berikut:

1)   Taraf pencapaian tujuan pengajaran.

2)   Kesesuaian antara metode dan teknik pengajaran dengan sifat bahan pelajaran, tujuan yang ingin dicapai, karakteristik siswa dan kemampuan dasar siswa.

3)   Keberhasilan program dalam mencapai tujuan program.

4)   Keseksamaan alat evaluasi yang digunakan dengan tujuan pengajaran/tujuan program yang ingin dinilai keberhasilannya.

d.   Perbaikan program kegiatan belajar mengajar (tindak lanjut)

Bagi siswa yang gagal mencapai tingkat keberhasilan yang telah ditetapkan, perlu diselenggarakan pengajaran remedial mengenai aspekaspek, pokok-pokok bahasan dari tugas belajar dan tujuan pengajaran yang belum dikuasai.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar