Nama:
Nikita
Nim:
11901067
Kelas:
PAI 4C
Makul:
Magang 1
Strategi
Pembelajaran
v Pengertian
Strategi Secara Umum dan Khusus
Istilah Strategi mula-mula dipakai di
kalangan militer dan diartikan sebagai seni dalam merancang (operasi)
peperangan, terutama yang erat kaitannya dengan gerakan pasukan dan navigasi ke
dalam polisi perang yang dipandang paling menguntungkan untuk memperoleh
kemenangan. Penetapan strategi tersebut harus didahului oleh analisis kekuatan
musuh yang meliputi jumlah personal, kekuatan senjata, kondisi lapangan, posisi
musuh, dan sebagainya. Dalam perwujudannya, strategi tersebut akan dikembangkan
dan dijabarkan lebih lanjut menjadi tindakan-tindakan nyata dalam medan
pertempuran (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 11).
Istilah strategi dewasa ini banyak
dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan
dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika dihubungkan
dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus bisa
diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu
perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 12).
Dalam pemilihan strategi haruslah
dipilih strategi yang tepat, pengajaran yang diberikan kepada anak didik tidak
bersifat paksaan bahkan perilaku pemimpin kadang tidak perlu dilakukan. Sebagai
gantinya, para pendidik harus bersikap ngemong atau among. Para guru seharusnya
tidak mengajarkan pengetahuan mengenai dunia secara dogmatik. Sebaliknya mereka
hanya berada dibelakang anak didik sambil memberi dorongan untuk manju, secara
khusus mengarahkan ke jalan yang benar, dan mengawasi kalau-kalau anak didik
menghadapi bahaya atau rintangan. Anak didik harus memiliki kebebasan untuk
maju menurut karakter masing-masing dan untuk mengasah hati nuraninya. Dengan
demikian tugas pendidik adalah memikirkan dan memilih strategi yang sesuai
dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik anak didiknya.
Tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan akan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, maka guru
dituntut untuk memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen
pembelajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antara
komponen pembelajaran yang dimaksud.
v Pengertian
Strategi Pembelajaran
Belajar
mengajar adalah suatu kegiatan yang bersifat edukatif. Nilai edukatif mewarnai
interaksi yang terjadi antar guru dan anak didik. Interaksi yang bersifat
edukatif dikarenakan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pengajaraan dilakukan.
Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajaran secara sistematis dengan
memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan pengajaraan.
Dalam
kamus ilmiah populer strategi mempunyai arti ilmu siasat atau muslihat untuk
mencapai suatu tujuan (Pius A Partaaanto dan M. Dahlan Al Barry, 2001: 727). Secara
umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam usaha mencapai tujuan atau sasaran yang ditentukan (Syaiful
Bahri Jamrah dan Aswan Zain, 1996: 5). Dihubungkan dengan proses pembelajaran,
strategi biasa diartikan sebagai siasat atau pola-pola umum kegiatan guru dan
anak didik dalam perwujudan kegiaatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkaan.
(Muhibbin
Syah, 2003: 214) Istilah startegi sering digunakan dalam banyak konteks dengan
makna yang tidak sama. Dalam kontek pembelajaran, Nana Sudjana juga mengatakan
bahwa strategi mengajar adalah “taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan
proses belajar mengajar (pembelajaran) agar dapat mempengaruhi siswa (peserta
didik) untuk mencapai tujuan pembelajaran (TIK) secara efektif dan efesien. (Ahmad
Rohani dan Abu Ahmadi, 133).
Hilda
Taba menyatakan bahwa strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih oleh
guru dalam proses pembelajaran yang dapat memberikan kemudahan dan fasilitas
bagi siswa menuju tercapainya tujuan pembelajaran (Supriadi Saputro, 2000: 21).
Sedangkan menurut Slameto strategi adalah suatu rencana tentang cara-cara
pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sasaran yang ada untuk mreningkatkan
efektivitas dan efesiensi dalam kontek ini adalah pembelajaran (Slameto, 1991:
90). Strategi Pembelajaran merupakan garis besar haluan bertindak untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dalam arti ilmu dan kiat didalam
memanfaatkan segala sumber yang dimiliki dan/atau yang dapat dipakai untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah metode dalam arti
luas yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian, pengayaan, dan remedial
yaitu memilih dan menentukan perubahan perilaku, pendekatan prosedur, metode,
teknik, dan norma-norma atau batas-batas keberhasilan.
v Unsur-Unsur
Strategi Pembelajaran
Agar
dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang efektif perlu
memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah sebagai berikut:
-
Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi
perubahan perilaku, tujuan selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan
melaksanakan setiap kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran
perubahan perilaku tertentu dan operasional dalam arti dapat diukur.
-
Memilih pendekatan pembelajar, suatu
cara pandang dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus
dipertimbang dan dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh,
paling tepat, dan paling efektif guna mencapai tujuan.
-
Memilih dan menetapkan metode, teknik,
dan prosedur pembelajaran. (1) Metode merupakan cara yang dipilih untuk
menyampaikan bahan sesuai dengan tujuan pembelajaran (2) Teknik merupakan cara
untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang pembelajaran yang telah
ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan belajar untuk mencapai
tujuan (3) Merancang Penilaian (4) Merancang Remedial (5) Merancang Pengayaan.
v Macam-Macam
Strategi
Secara
umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga:
-
Strategi Indukatif adalah suatu strategi
pembelajaran yang memulai dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang
umum.
-
Strategi Dedukatif adalah suatu strategi
pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus
-
Strategi campuran adalah gabungan dari
strategi indukatif dan dedukatif. Adapula strategi regresif yaitu strategi
pembelajaran yang memakai titik tolak jaman sekarang untuk kemudian menelusuri
balik (kebelakang) ke masa lampau yang merupakan latar belakang dari
perkembangan kontemporer tersebut.
v Aplikasi
Strategi Dalam Pembelajaran
Pada
dasarnya tahap-tahap kegiatan mengajar itu mencakup persiapan, pelaksanaan,
evaluasi dan tindak lanjut. Sebetulnya strategi bclajar mengajar meliputi
seluruh kegiatan/tahapan-tahapan tersebut, tetapi titik beratnya berada (terutama)
di tahap persiapan.
a. Persiapan
pengajaran
1) Perumusan
tujuan pengajaran Rumusan tujuan pengajaran merupakan pernyataan tentang apa
yang diharapkan untuk diketahui, dilakukan dan dihayati oleh siswa seteiah
menyelesaikan suatu kegiatan belajar. Kemampuan yang diperoleh sebagai hasil
mengikuti pengalaman belajar, pada hakikatnya perubahan tingkah laku yang dapat
diukur atau sekurang-kurangnya ada sesuatu yang dapat dijadikan indikator
terjadinya perubahan. Dengan demikian, menurut Muhaimin dkk “merumuskan bahawa
tujuan yang akan dicapai adalah merupakan aspek terpenting yang harus
diperhatikan dalam mengajar” (Muhaimin, 1996: 78).
2) Pengembangan
alat evaluasi Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan pengajaran, disusun
alat evaluasi yang sesuai dengan perubahan tingkah iaku. Pada tahap ini
dirancang alat evaluasi yang akan digunakan seperti tes lisan, tertulis,
perbuatan dan Iain-lain.
3) Kemampuan
yang ingin dicapai sebagai tujuan pengajaran, diurai (dianalisis) atas
unsur-unsur tingkah laku yang membentuk kemampuan tersebut. Unsur-unsur yang
telah diidentifikasi tersebut diseleksi sehingga unsur-unsur yang belum
dikuasai sejalah yang dipilih sebagai bahan pelajaran. Pada tahap ini juga
diidentifikasi karakteristik individual siswa seperti: kecerdasan/bakat,
kebiasaan belajar, motivasi belajar, kemampuan awal dan kebutuhan belajar
siswa, terutarna yang menyangkut kesulitan belajarnya.
4) Penyusunan
strategi belajar mengajar Strategi belajar mengajar pada hakikatnya adalah
rencana kegiatan belajar mengajar yang dipilih oleh guru dalam rangka usaha
pencapaian tujuan pengajaran yang telah disiapkan. Kriteria efektivitas dan
keterlibatan siswa.
b. Pelaksanaan
belajar mcngajar
Tahap ini merupakan pelaksanaan strategi belajar
mengajar yang telah dipersiapkan pada tahap sebelumnya:
1) Pengelolaan
kelas: klasikal, kelompok, tim atau yang lainnya. Terrnasuk pengaturan tempat
duduk.
2) Penyelenggaraan
tes untuk memperoleh balikan mengenai penguasaan siswa tentang bahan pelajaran
terdahulu yang ada hubungannya dengan pelajaran baru.
3) Penyajian
bahan pelajaran sesuai dengan metode dan teknik penyajian yang dikemukakan dalam
strategi pembelajaran.
4) Pemberian
motivasi dan penguatan.
5) Monitoring
proses belajar mengajar.
c. Evaluasi
hasil dan program belajar
Tahap kegiatan ini dimaksudkan untuk memperoleh balikan
tentang hal-hal berikut:
1) Taraf
pencapaian tujuan pengajaran.
2) Kesesuaian
antara metode dan teknik pengajaran dengan sifat bahan pelajaran, tujuan yang
ingin dicapai, karakteristik siswa dan kemampuan dasar siswa.
3) Keberhasilan
program dalam mencapai tujuan program.
4) Keseksamaan
alat evaluasi yang digunakan dengan tujuan pengajaran/tujuan program yang ingin
dinilai keberhasilannya.
d. Perbaikan
program kegiatan belajar mengajar (tindak lanjut)
Bagi siswa yang gagal mencapai tingkat keberhasilan
yang telah ditetapkan, perlu diselenggarakan pengajaran remedial mengenai
aspekaspek, pokok-pokok bahasan dari tugas belajar dan tujuan pengajaran yang
belum dikuasai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar