Nama:
Nikita
Nim:
11901067
Kelas:
PAI 4C
Makul:
Magang 1
Sistem Evaluasi
v Pengertian
Evaluasi
Menurut
pengertian bahasa kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation yang
berarti penilaian atau penaksiran (John M. Echols dan Hasan Shadily: 1983).
Menurut Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan evaluasi sebagai the process of
delineating, obtaining, and providing useful information for judging decision
alternatives," Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan,
memperoleh, dan menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu
alternatif keputusan.
Menurut
Suharsimi Arikunto (2004 : 1) evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan
informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut
digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan.
Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasiinformasi yang
berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil
berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. Menurut Worthen dan Sanders (1979 :
1) evaluasi adalah mencari sesuatu yang berharga (worth). Sesuatu yang berharga
tersebut dapat berupa informasi tentang suatu program, produksi serta
alternatif prosedur tertentu. Karenanya evaluasi bukan merupakan hal baru dalam
kehidupan manusia sebab hal tersebut senantiasa mengiringi kehidupan seseorang.
Seorang manusia yang telah mengerjakan suatu hal, pasti akan menilai apakah
yang dilakukannya tersebut telah sesuai dengan keinginannya semula.
Menurut
stufflebeam dalam worthen dan sanders (1979 : 129) evaluasi adalah: process of
delineating, obtaining and providing useful information for judging decision
alternatives. Ada beberapa unsur yang terdapat dalam evaluasi yaitu : adanya
sebuah proses (process) perolehan (obtaining), penggambaran (delineating),
penyediaan (providing) informasi yang berguna (useful information) dan alternatif
keputusan (decision alternatives). Sedangkan, Rooijackers Ad mendefinisikan
evaluasi sebagai "setiap usaha atau proses dalam menentukan nilai".
Secara khusus evaluasi atau penilaian juga diartikan sebagai proses pemberian
nilai berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk keperluan pengambilan
keputusan.
Dari
pengertian-pengertian tentang evaluasi yang telah dikemukakan beberapa orang
diatas, kita dapat menarik benang merah tentang evaluasi yakni evaluasi
merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seseorang untuk melihat sejauh mana
keberhasilan sebuah program. Keberhasilan program itu sendiri dapat dilihat
dari dampak atau hasil yang dicapai oleh program tersebut.
Evaluasi
berkaitan erat dengan pengukuran dan penilaian yang pada umumnya diartikan
tidak berbeda (indifferent), walaupun pada hakekatnya berbeda satu dengan yang
lain. Pengukuran (measurement) adalah proses membandingkan sesuatu melalui
suatu kriteria baku (meter, kilogram, takaran dan sebagainya), pengukuran
bersifat kuantitatif. Penilaian adalah suatu proses transformasi dari hasil
pengukuran menjadi suatu nilai. Evaluasi meliputi kedua langkah di atas yakni
mengukur dan menilai yang digunakan dalam rangka pengambilan keputusan.
Selain pengertian di atas ternyata
pengertian evaluasi pendidikan merupakan proses yang sistematis dalam :
-
Mengukur tingkat kemajuan yang dicapai
siswa, baik ditinjau dari norma tujuan maupun dari norma kelompok
-
Menentukan apakah siswa mengalami
kemajuan yang memuaskan kearah pencapaian tujuan pengajaran yang diharapkan.
Bukan hanya seperti di katakan di atas saja pengertian evaluasi, tetapi ada
beberapa istilah yang serupa dengan evaluasi itu, yang intinya masih mencakup evaluasi,
yaitu di antaranya: (1) Measurement / pengukuran diartikan sebagai proses kegiatan
untuk menentukan luas atau kuantitas sesuatu untuk mendapatkan informasi atau
data berupa skor mengenai prestasi yang telah dicapai siswa pada periode
tertentu dengan menggunakan berbagai tekhnik dan alat ukur yang relevan. (2)
Tes secara harfiah diartikan suatu alat ukur berupa sederetan pertanyaan atau
latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan, tingkah laku, potensi,
prestasi sebagai hasil pembelajaran.
v Tujuan
dan Fungsi Evaluasi
Segala
sesuatu yang di lakukan pasti mempunyai tujuan dan fungsi yang akan di capai,
pastinya semua aktifitas tidak ingin hasilnya sia-sia, begitupun dengan
evaluasi, ada tujuan dan fungsi yang ingin di capai, Evaluasi telah memegang
peranan penting dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai
sebagai dasar untuk :
1) Membuat
kebijaksanaan dan keputusan
2) Menilai
hasil yang dicapai para pelajar
3) Menilai
kurikulum
4) Memberi
kepercayaan kepada sekolah
5) Memonitor
dana yang telah diberikan
6) Memperbaiki
materi dan program pendidikan
- Tujuan
Evaluasi
Pada
dasarnya evaluasi merupakan proses penyusunan deskripsi siswa, baik secara
kuantitatif maupun secara kulaitatif. Secara lugas evaluasi untuk mengukur
kemampuan ranah cipta, rasa, dan karsa siswa.
a. Untuk
mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu
proses belajar tertentu.
b. Untuk
mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa di dalam kelompok
kelasnya.apakah sisiwa tersebut termasuk kategori lambat, sedang, atau cepat.
c. Untuk
mengetahui tingkat usaha yang dilakukan seorang siswa dalam belajar. Apakah
menunjukan tingkat usaha yang efisien atau tidak.
d. Untuk
mengetahui hingga sejauh mana seorang siswa telah mendayagunakan kafasitas
kognitifnya.
e. Untuk
mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah
digunakan oleh seorang guru dalam proses belajar-mengajar.
- Fungsi
Evaluasi Selain memiliki tujuan, evaluasi belajar juga memiliki fungsi-fungsi
sebagai berikut. Fungsi Evaluasi Bersifat Evaluatif, antara lain:
1) Fungsi
prognostik yaitu meramalkan sesuatu dalam menghadapi langkah selanjutnya
2) Fungsi
diagnostik yaitu evaluasi yang bertujuan yang mengetahui kelemahan-kelemahan
siswa serta penyebabnya
3) Fungsi
judgement yaitu evaluasi yang dilakukan untuk menetukan keberhasilan siswa atau
tes penentuan akhir.
- Fungsi
evaluasi bagi siswa
Bagi siswa, evaluasi digunakan untuk mengukur
pencapaian keberhasilannya dalam mengikuti pelajaran yang telah diberikan oleh
guru. Dalam hal ini ada dua kemungkinan :
1) Hasil
bagi siswa yang memuaskan Jika siswa memperoleh hasil yang emuaskan, tentunya
kepuasan ini ingin diperolehnya kembali pada waktu yang akan datang. Untuk ini
siswa akan termotifasi untuk belajar lebih giat agar perolehannya sama bahkan
meningkat pada masa yang akan datang. Namun, dapat pula terjadi sebaliknya,
setelah memperoleh hasil yang memuaskan siswa tidak rajin belajar sehingga pada
waktu berikutnya hasilnya menurun.
2) Hasil
bagi siswa yang tidak memuaskan Jika siswa memperoleh hasil yang tidak memuaskan,
maka pada kesempatan yang akan datang dia akan berusaha memperbaikinya. Oleh
karena itu, siswa akan giat belajar. Tetapi bagi siswa yang kurang motivasi
atau lemah kemauannya akan menjadi putus asa.
- Fungsi
evaluasi bagi guru
1) Dapat
mengetahui siswa manakah yang menguasai pelajran dan siswa mana pula yang
belum. Dalam hal ini hendaknya guru memberikan perhatian kepada siswa yang
belum berhasil sehingga pada akhirnya siswa mencapai keberhasilan yang
diharapkan.
2) Dapat
mengetahui apakah tujuan dan materi pelajaran yang telah disampaikan itu dikuasai
oleh siswa atau belum.
3) Dapat
mengetahui ketepatan metode yang digunakan dalam menyajikan bahan pelajaran
tersebut.
4) Bila
dari hasil evaluasi itu tidak berhasil, maka dapat dijadikan bahan remidial.
Jadi, evaluasi dapat dijadikan umpan balik pengajaran.
- Fungsi
evaluasi bagi sekolah
1) Untuk
mengukur ketepatan kurikulum atau silabus. Melalui evaluasi terhadap pengajaran
yang dilakukan oleh guru, maka akan dapat diketahui apakah ketepatan kurikulum
telah tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan atau belum. Dari
hasil penilaian tersebut juga sekolah dapat menetapkan langkah-langkah untuk
perencanaan program berikutnya yang lebih baik.
2) Untuk
mengukur tingkat kemajuan sekolah. Sudah barang tentu jika hasil penilaian yang
dilakukan menunjukkan tanda-tanda telah terlaksananya kurikulum sekolah dengan
baik, maka berarti tingkat ketepatan dan kemajuan telah tercapai sebagaimana
yang diharapkan. Akan tetapi sebaliknya jika tand-tanda itu menunjukkan tidak
tercapainya sasaran yang diharapkan, maka dapat dikatakan bahwa tingkat
ketepatan dan kemajuan sekolah perlu ditingkatkan.
3) Mengukur
keberhasilan guru dalam mengajar. Melalui evaluasi yang telah dilaksanakan
dalam pengajaran merupakan bahan informasi bagi guru untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dalam melaksanakan pengajaran.
4) Untuk
meningkatkan prestasi kerja. Keberhasilan dan kemajuan yang dicapai dalm
pengajaran akan mendorong bagi sekolah atau guru untuk terus meningkatkan
prestasi kerja yang telah dicapai dan berusaha memperbaiki kelemahan dan
kekurangan yang mungkin terjadi.
v Ruang
Lingkup Evaluasi
Evaluasi
pendidikan mencakup dua sasaran pokok, yaitu : evaluasi makro (program) dan
evaluasi mikro (kelas). Secara umum, evaluasi terbagi dalam tiga tahapan sesuai
proses belajar mengajar yakni dimulai dari evaluasi input, evaluasi proses dan
evaluasi output.
Setiap
jenis evaluasi memiliki fungsi yang berbeda satu dengan yang lain. Evaluasi
input mencakup fungsi kesiapan penempatan dan seleksi. Evaluasi proses mencakup
formatif, diagnostik dan monitoring, sedangkan evaluasi output mencakup
sumatif.
Fungsi
kesiapan penempatan dan seleksi adalah penilaian yang ditujukan untuk
mengetahui ketrampilan prasyarat yang diperlukan bagi suatu program belajar dan
penguasaan belajar seperti yang diprogramkan sebelum memulai kegiatan belajar
untuk program tersebut. Fungsi seleksi yaitu penilaian yang bertujuan untuk
keperluan seleksi, seperti ujian saringan masuk perguruan tinggi tertentu
dengan berdasarkan kriteria tertentu.
Fungsi
formatif yaitu penilaian yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar
untuk melihat tingkat keberhasilan proses belajar mengajar. Adapun fungsi
diagnostik dan monitoring adalah penilaian yang bertujuan untuk
mengidentifikasi kelemahan kelemahan siswa dan faktor yang menjadi penyebab
serta menetapkan cara untuk mengatasi kesulitan belajar tersebut.
Fungsi
surnatif adalah penilaian yang dilaksanakan pada akhir unit program, dengan
tujuan untuk melihat hasil yang dicapai oleh para siswa. Dengan kata lain
berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh suatu proses pendidikan telah mencapai
tujuan yang telah ditentukan.
v Prinsip-Prinsip
Evaluasi
Adapun prinsip-prinsip evaluasi adalah:
-
Menyeluruh, yaitu menyangkut
pengetahuan, sikap dan nilai, serta kemampuan. Evaluasi bersifat menyeluruh,
jika alat evaluasi mencakup aspek proses dan hasil belajar yang dapat menggambarkan
perubahan tingkah laku.
-
Berkesinambungan Untuk mengetahui
gamabaran tentang perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil kegiatan belajar
mengajar hendaknya evaluasi dilakukan secara berencana, bertahap dan
berkesinambungan.
-
Objektif Hal ini dapat tercapai apabila
langkah-langkah pengembangan alat ukur untuk menilai dilakukan dengan cara yang
sistematis dan dengan perumusan criteria keberhasilan yang jelas dan
operasional.
-
Mendidik Dalam menilai, guru harus dapat
memberikan motivasi pada siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya,
penilaian harus bersifat mendidik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar